Minggu, 05 Mei 2013

Agen atau Sarana Sosialisasi Politik


 Agen atau Sarana Sosialisasi Politik

Menurut Gabriel A. Almond (2000), sosialisasi politik dapat membentuk dan
mentransmisikan kebudayaan politik suatu bangsa. Sosialisasi politik juga dapat
memelihara kebudayaan politik suatu bangsa dalam bentuk penyampaian
kebudayaan itu dari generasi tua kepada generasi muda, serta dapat pula
mengubah kebudayaan politik. Untuk dapat menyampaikan atau mentrans-misikan pandangan, nilai, sikap, dan keyakinan-keyakinan politik diperlukan
sarana atau agen-agen sosialisasi politik. Terdapat enam macam sarana atau agen
sosialisasi, yaitu keluarga, kelompok bergaul atau bermain, sekolah, tempat kerja,
media massa, dan kontak politik langsung.

a. Keluarga
Keluarga merupakan lembaga pertama yang dijumpai oleh individu. Keluarga
juga merupakan sarana bagi sosialisasi politik yang sangat strategis terutama untuk
pembentukan kepribadian dasar serta sikap-sikap sosial anak yang nanti
berpengaruh untuk orientasi politik. Pengalaman berpartisipasi dalam pembuatan
keputusan keluarga dapat meningkatkan kompetensi anak. Pengalaman itu dapat
juga memberi kecakapan-kecakapan untuk melakukan interaksi politik.
Keluarga memiliki peran penting dalam sosialisasi politik karena ada dua
alasan, yakni sebagai berikut.

1) Hubungan yang terjadi di keluarga merupakan hubungan antar individu yang
paling dekat dan memiliki ikatan yang erat sehingga efektif untuk
menanamkan sikap dan nilai-nilai.

2) Keluarga merupakan lembaga yang pertama dan utama untuk menanamkan
kepribadian anak sejak awal.

b. Kelompok Pergaulan
Kelompok pergaulan mampu menjadi sarana sosialisasi politik yang efektif
setelah anak keluar dari lingkungan keluarga. Dalam kelompok pergaulan,
seseorang akan melakukan tindakan tertentu karena teman-temannya di dalam
kelompoknya melakukan tindakan tersebut.


Kelompok pergaulan menyosialisasikan anggota-anggotanya dengan cara
mendorong atau mendesak mereka untuk menyesuaikan diri terhadap sikap-
sikap atau tingkah laku yang dianut oleh kelompok itu. Seseorang mungkin
menjadi tertarik pada politik atau mulai mengikuti peristiwa-peristiwa politik
karena teman-temannya berbuat demikian.
Lingkungan kelompok pergaulan lebih luas dan menjadikan mereka memiliki
pengalaman bersama karena kegiatan yang mereka lakukan. Pengalaman yang
dimiliki oleh seorang anak seringkali tidak diperoleh dari keluarga.

c. Sekolah
Proses pendidikan politik sejak dari bangku sekolah merupakan usaha
pemerintah memperkenalkan politik kepada masyarakat sejak dini.
Sekolah berperan penting dalam sosialisasi politik. Sekolah memberi penge-
tahuan kepada para siswa tentang dunia politik dan peranan mereka di dalamnya.
Sekolah juga memberikan pandangan yang lebih konkrit tentang lembaga-lembaga
politik dan hubungan-hubungan politik. Anak belajar mengenal nilai, norma,
dan atribut politik negaranya. Kegiatan sosialisasi politik melalui sekolah dapat
berupa kegiatan intrakurikuler, upacara bendera, kegiatan ekstra, dan baris-
berbaris.

d. Tempat Kerja
Organisasi-organisasi formal atau informal yang dibentuk atas dasar pekerjaan
juga dapat memainkan peran sebagai agen sosialisasi politik. Organisasi-organisasi
tersebut dapat berbentuk serikat kerja atau serikat buruh. Dengan menjadi anggota
dan aktif dalam organisasi tersebut mereka mendapat sosialisasi politik yang
efektif.

Bagi para anggotanya, organisasi-organisasi tersebut dapat berfungsi sebagai
penyuluh di bidang politik. Secara tidak langsung, para anggota akan belajar
tentang berorganisasi. Pengetahuan tersebut akan bermanfaat dan berpengaruh
ketika mereka terjun ke dunia politik. Individu-individu yang mempunyai
pengalaman berorganisasi umumnya tidak akan canggung apabila suatu ketika
terjun ke dunia politik. Misalnya, melakukan pertemuan dengan pejabat soal UMR,
bermusyawarah dengan pimpinan perusahaan soal kesejahteraan, bahkan
kegiatan demonstrasi yang sesuai dengan aturan yang berlaku.


e. Media Massa
Media massa bagi masyarakat modern memberikan informasi-informasi
politik yang cepat dan dalam jangkauan yang luas. Dalam hal itulah, media mssa
baik surat kabar, majalah, radio, televisi, maupun internet memegang peranan
penting.
Media massa juga merupakan sarana ampuh untuk membentuk sikap-sikap
dan keyakinan-keyakinan politik. Melalui media massa, ideologi negara dapat
ditanamkan kepada masyarakat, dan melalui media massa pula politik negara
dapat diketahui oleh masyarakat luas.


f. Kontak Politik Langsung
Kontak politik langsung dapat berupa pengalaman nyata yang dirasakan oleh
seseorang dalam kehidupan politik. Betapa pun positifnya pandangan terhadap
sistem politik yang telah ditanamkan oleh keluarga atau sekolah, apabila
pengalaman nyata seseorang bersifat negatif, maka hal itu dapat mengubah
pandangan politiknya.



Title: Agen atau Sarana Sosialisasi Politik; Written by enjah rriswano; Rating: 5 dari 5

1 komentar:

Gambar template oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Memuat...